Apa Itu Parfum Vegan

Yuk, budayakan gaya hidup bebas rasa bersalah dengan menggunakan parfum vegan.

Kalau kamu perhatikan, semakin banyak brand produk kecantikan besar yang peduli untuk menghasilkan produk alami. Dalam arti, menggunakan bahan-bahan organik atau meminimalisir penggunaan bahan-bahan yang ternyata berakibat buruk bagi konsumen, bahkan makhluk hidup lain. Contoh ugly secret dunia kecantikan yang terkuak, yaitu pemakaian hewan untuk menguji tingkat keamanan dan alergi produk mereka. Hal ini jelas ditentang keras oleh lembaga dan aktivis karena bahaya yang dapat ditimbulkan pada hewan. Industri kecantikan pun sedikit demi sedikit berbenah, sampai akhirnya beberapa brand berani mengklaim bahwa mereka tidak lagi menggunakan hewan sebagai obyek uji coba. No tested on animals!

Untuk parfum sendiri, kamu pernah nggak mendengar istilah parfum vegan? Maksudnya apa, ya? Apakah parfumnya “mengonsumsi” sayuran sehingga disebut vegan? Prinsipnya kurang lebih sama dengan “No tested on animals”. Parfum vegan berarti parfum tersebut bebas dari unsur hewan di dalamnya. Wah, ternyata parfum juga mengandung bahan-bahan yang berasal dari hewan? Jawabannya, iya dan ini sudah terjadi sejak berabad lalu. Misalnya, kelenjar pada rusa jantan untuk menghasilkan aroma musk, sampai ambergris atau cairan pencernaan ikan paus!

Untungnya, belakangan tindakan barbar tersebut sudah semakin berkurang, tergantikan dengan usaha untuk menciptakan produk wewangian tanpa sedikit pun bahan yang berasal dari hewan, alias vegan.

 

Kemungkinan menemukan parfum seperti kriteria di atas masih susah-susah gampang. Saran untuk kamu, sebaiknya cek keterangan ingredients atau adakah label klaim tertentu yang dicantumkan pada botol atau kemasannya. Biasanya, beberapa brand yang sudah menerapkan prinsip vegan akan mencantumkan label atau logo Vegan pada kemasannya. Misalnya saja, Velvy Fine Fragrance Mist yang merupakan produk vegan karena tidak mengandung bahan-bahan yang berasal dari hewan.

Pilih produk kecantikan yang kamu pakai dengan teliti dan budayakan gaya hidup bebas rasa bersalah terhadap kelestarian bumi dan seisinya.